TEMPAT PEMBAKARAN SAMPAH TERKENDALI SEBAGAI LANGKAH AWAL PENANGANAN SAMPAH MASYARAKAT

Authors

  • Imroatus Sholihah Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung
  • Budi Harianto Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung
  • Ardina Qurotu ’Aini Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung
  • Adinniya Auliya Putri Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung
  • Naya Erfiani Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung
  • Salsabili Putri Wahyu Chilma Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung
  • Rima Melati Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung
  • Maqsal Meena Astrit Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

Keywords:

Insinerator Minim Asap, Kesadaran Masyarakat, Pembakaran Sampah Terkendali, Pengelolaan Sampah

Abstract

Persoalan sampah yang terus menumpuk di lingkungan masyarakat menjadi ancaman bagi kesehatan, estetika lingkungan, dan kualitas hidup warga, mulai dari potensi menjadi sumber penyakit, menimbulkan bau tidak sedap, menyumbat drainase, hingga menyebabkan pencemaran tanah dan air. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara konseptual gagasan program “Tempat Pembakaran Sampah Terkendali” sebagai langkah awal penanganan sampah yang dipandang realistis, sekaligus menganalisis alasan gagasan tersebut ditempatkan sebagai tahap transisi sebelum penerapan teknologi insinerator minim asap yang lebih maju. Kajian dilakukan dengan pendekatan deskriptif-kualitatif melalui analisis dokumen terhadap berbagai sumber yang membahas pengelolaan sampah, pembakaran sampah, dan teknologi insinerator. Hasil kajian menunjukkan bahwa tempat pembakaran sampah terkendali dipandang dapat menjawab kebutuhan akan titik pengumpulan sampah yang lebih tertib, mendorong perubahan kesadaran masyarakat mengenai tanggung jawab bersama, serta menjadi alternatif awal yang mempertimbangkan keterbatasan anggaran dan kesiapan sumber daya manusia dibandingkan dengan penerapan langsung insinerator yang membutuhkan investasi, tata kelola, dan kesiapan sistem pemilahan sampah. Dalam kerangka gagasan yang ditawarkan, pengendalian dilakukan melalui penentuan lokasi, penjadwalan pembakaran, pemilahan sampah, serta edukasi berkelanjutan kepada warga. Kesimpulannya, tempat pembakaran sampah terkendali diposisikan sebagai pintu masuk menuju sistem pengelolaan sampah yang lebih maju, bukan sebagai solusi akhir. Keberlanjutannya memerlukan kesadaran kolektif masyarakat serta komitmen pemerintah daerah dalam menyusun peta jalan menuju teknologi pengolahan sampah yang lebih ramah lingkungan.

References

Amirrianda, R., Setiawan, B., Azriadi, E., & Fiatno, A. (2023). Pembuatan alat insinerator ramah lingkungan penghasil arang dan asap cair. Jurnal Teknik Industri Terintegrasi, 6(1), 71–80. https://doi.org/10.31004/jutin.v6i1.11980

Belajar Sareng. (2026, August 13). Program unggulan: Tempat pembakaran sampah terkendali sebagai langkah awal penanganan sampah. https://belajarsarengcom.blogspot.com/2026/08/program-unggulan-tempat-pembakaran.html

Budiman, A., Dewayanto, N., & Wibowo, W. A. (2024). Waste to energy: Teknologi pengolahan sampah menjadi energi. UGM Press.

Estu Broto, P., Fitriyanti, Kusmiran, A., & Ihsan, K. (2024). Rancang bangun insinerator pengolahan sampah dengan penerapan teknologi termal yang ramah lingkungan. JFT: Jurnal Fisika dan Terapannya, 11(1), 19–30. https://doi.org/10.24252/jft.v11i1.45734

Rusdiyana, E., Sugihardjo, Setyowati, R., Widiyanto, & Lestari, E. (2024). Pemberdayaan masyarakat melalui inisiasi bank sampah. Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat (JIPEMAS), 7(3), 703–719. https://doi.org/10.33474/jipemas.v7i3.21259

Sulaksana, R. M. T., Yasari, M. B., Nugroho, J. A., & Atmawinata, I. (2026). Perancangan dan pembuatan insinerator ramah lingkungan untuk pengelolaan sampah di Desa Cibeureum Kabupaten Bandung. Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 7(2), 206–208. https://doi.org/10.31004/cdj.v7i2.56834

Velis, C. A., & Cook, E. (2021). Mismanagement of plastic waste through open burning with emphasis on the Global South: A systematic review of risks to occupational and public health. Environmental Science & Technology, 55(11), 7186–7207. https://doi.org/10.1021/acs.est.0c08536

Wartama, I. N. W., & Nandari, N. P. S. (2020). Pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan sampah rumah tangga melalui bank sampah di Desa Sidakarya Denpasar Selatan. PARTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(1), 44–48. https://journal.undiknas.ac.id/index.php/parta/article/view/2574

Downloads

Published

2026-09-06

How to Cite

Sholihah, I., Harianto, B., ’Aini, A. Q., Putri, A. A., Erfiani, N., Chilma, S. P. W., … Astrit, M. M. (2026). TEMPAT PEMBAKARAN SAMPAH TERKENDALI SEBAGAI LANGKAH AWAL PENANGANAN SAMPAH MASYARAKAT. LEMBAH: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2(2), 143–147. Retrieved from https://journal.stiapancamargapalu.ac.id/index.php/lembah/article/view/302

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.