MINIMNYA MINAT PENGURUS DKM DALAM PEMBENTUKAN UNIT PENGUMPUL ZAKAT (UPZ) BAZNAS: TEMUAN LAPANGAN PROGRAM PENDATAAN MASJID DI KOTA TANGERANG

Authors

  • Teguh Ardiansyah Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Nahdlatul Ulama (STISNU) Nusantara Tangerang
  • Ramlan Hadi Wijaya Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Nahdlatul Ulama (STISNU) Nusantara Tangerang
  • Azis Cahyana Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Nahdlatul Ulama (STISNU) Nusantara Tangerang
  • Muhammad Aldiansyah Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Nahdlatul Ulama (STISNU) Nusantara Tangerang
  • Ana Ainun Ilmiati Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Nahdlatul Ulama (STISNU) Nusantara Tangerang
  • Qotrunnada Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Nahdlatul Ulama (STISNU) Nusantara Tangerang
  • Elyza Amara Ramadhan Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Nahdlatul Ulama (STISNU) Nusantara Tangerang

Keywords:

Unit Pengumpul Zakat (UPZ), BAZNAS, Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), Pendataan Masjid, Kota Tangerang

Abstract

Unit Pengumpul Zakat (UPZ) berbasis masjid merupakan salah satu instrumen untuk mendukung optimalisasi pengumpulan zakat oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). Namun, penawaran pembentukan UPZ tidak selalu memperoleh respons positif dari pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM). Tulisan ini bertujuan mendeskripsikan respons pengurus DKM terhadap penawaran pembentukan UPZ berdasarkan kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) yang mendukung pendataan masjid untuk program Peta Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangerang. Kegiatan dilaksanakan pada Agustus–September di Kecamatan Karang Tengah, Larangan, dan Ciledug melalui kunjungan langsung serta wawancara dengan pengurus masjid. Dari 41 masjid yang dikunjungi, satu masjid bersedia membentuk UPZ baru, tiga masjid telah memiliki UPZ, sedangkan 37 masjid belum bersedia bergabung. Respons pengurus DKM umumnya disampaikan secara singkat, antara lain, “untuk sekarang masih belum mau bergabung”, tanpa disertai alasan terperinci. Pola tersebut menunjukkan adanya kecenderungan penolakan halus (soft refusal), tetapi belum cukup untuk memastikan faktor yang melatarbelakanginya. Temuan ini menjadi bahan evaluasi bahwa pembentukan UPZ berbasis masjid memerlukan sosialisasi bertahap dan berkelanjutan, pelibatan pengurus DKM secara lebih luas, serta pendampingan dari BAZNAS dan MUI Kota Tangerang.

References

Afrina, D. (2020). Manajemen zakat di Indonesia sebagai pemberdayaan ekonomi umat. EkBis: Jurnal Ekonomi dan Bisnis, 2(2), 201–212. https://doi.org/10.14421/EkBis.2018.2.2.1136

Badan Amil Zakat Nasional. (2016). Peraturan Badan Amil Zakat Nasional Nomor 2 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Tata Kerja Unit Pengumpul Zakat.

Bisyri, M. H., Ahmad, S., Mubarok, & Khasanah, U. (2024). Between Islamic law and state in zakat collection: Legitimacy of mosque management (takmir). Hikmatuna: Journal for Integrative Islamic Studies, 10(2), 207–217. https://doi.org/10.28918/hikmatuna.v10i2.9103

Jannah, S. M., & Al-Banna, H. (2021). Mosque-based zakat collection in maximizing zakat potential in Yogyakarta. Ihtifaz: Journal of Islamic Economics, Finance, and Banking, 4(1), 15–29. https://doi.org/10.12928/ijiefb.v4i1.1891

Republik Indonesia. (2011). Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat.

Rizqia, L. M. (2020). Pengelolaan zakat berbasis masjid perkotaan: Pemahaman fikih dan hukum positif. Edu Publisher.

Saidurrahman. (2013). The politics of zakat management in Indonesia: The tension between BAZ and LAZ. Journal of Indonesian Islam, 7(2), 366–382. https://doi.org/10.15642/JIIS.2013.7.2.366-382

Sawmar, A. A., & Mohammed, M. O. (2021). Enhancing zakat compliance through good governance: A conceptual framework. ISRA International Journal of Islamic Finance, 13(1), 136–154. https://doi.org/10.1108/IJIF-10-2018-0116

Wahab, N. A., & Abdul Rahman, A. R. (2011). A framework to analyse the efficiency and governance of zakat institutions. Journal of Islamic Accounting and Business Research, 2(1), 43–62. https://doi.org/10.1108/17590811111129508

Downloads

Published

2026-10-27

How to Cite

Ardiansyah, T., Wijaya, R. H., Cahyana, A., Aldiansyah, M., Ilmiati, A. A., Qotrunnada, & Ramadhan, E. A. (2026). MINIMNYA MINAT PENGURUS DKM DALAM PEMBENTUKAN UNIT PENGUMPUL ZAKAT (UPZ) BAZNAS: TEMUAN LAPANGAN PROGRAM PENDATAAN MASJID DI KOTA TANGERANG. LEMBAH: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2(2), 372–381. Retrieved from https://journal.stiapancamargapalu.ac.id/index.php/lembah/article/view/356

Similar Articles

1 2 3 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.