REVITALISASI PERMAINAN TRADISIONAL SEBAGAI UPAYA PELESTARIAN BUDAYA PADA ANAK DI DESA SAWAHAN, KLATEN
Keywords:
Permainan Tradisional, Revitalisasi Budaya, Pelestarian Budaya, Pengabdian MasyarakatAbstract
Permainan tradisional merupakan bagian dari warisan budaya yang tidak hanya berfungsi sebagai sarana hiburan, tetapi juga mengandung nilai sosial dan budaya yang penting bagi perkembangan anak. Namun, perkembangan teknologi digital dan semakin populernya permainan daring menyebabkan permainan tradisional semakin jarang dimainkan oleh anak-anak. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk menghidupkan kembali permainan tradisional di kalangan anak-anak Desa Sawahan, Klaten melalui kegiatan pengenalan, praktik bermain, dan pendampingan sebagai bagian dari kegiatan KKN 251. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif dan melibatkan 17 anak dengan rentang pendidikan kelas 2 SD hingga kelas 9 atau 3 SMP. Pelaksanaan kegiatan meliputi identifikasi permainan yang masih dikenal masyarakat, pengenalan aturan permainan, praktik bermain, pendampingan, serta evaluasi melalui observasi, diskusi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa anak-anak memberikan respons positif terhadap pengenalan permainan tradisional dan menunjukkan ketertarikan untuk memainkan kembali permainan yang diperkenalkan. Permainan seperti engklek, gobak sodor, congklak, lompat tali, dan kelereng juga menjadi ruang bagi anak untuk berinteraksi, bekerja sama, mengikuti aturan, serta mengenal nilai sportivitas dan tanggung jawab. Keterlibatan orang tua dan tokoh masyarakat turut mendukung proses pengenalan kembali permainan tradisional sebagai bagian dari kehidupan sosial masyarakat. Kegiatan ini menunjukkan bahwa revitalisasi permainan tradisional melalui pendekatan partisipatif dapat menjadi salah satu bentuk pengabdian yang mendukung pelestarian budaya sekaligus memberikan pengalaman sosial dan pembelajaran yang bermakna bagi anak-anak.
References
Aditia, I. M., Dewi, D. A., Hayat, R. S., & Nusantara, U. I. (2023). Bertahan dalam modernisasi: Upaya mempertahankan nilai-nilai budaya melalui. JOUMI: Jurnal Multidisiplin Indonesia, 1(2), 15–27.
Hapidin, H., & Yenina, Y. (2016). Pengembangan model permainan tradisional dalam membangun karakter anak usia dini. Jurnal Pendidikan Usia Dini, 10(2), 201–212. https://doi.org/10.21009/JPUD.102.01
Herawati, I. E., Ningrat, B., Puspita, A. R., Yulia, K., Marliana, N. K., Octora, F. M., Yundina, K., & Daud, N. (2021). Upaya pelestarian permainan tradisional sebagai warisan budaya bangsa. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Babakti, 1(1), 29–34. https://doi.org/10.53675/babakti.v1i1.183
Kadir, S. S., Haryanto, A. I., Ramadan, G., Fatoha, I., Samin, G., & Gani, A. A. (2021). Peran permainan tradisional untuk melestarikan kearifan lokal. Jurnal Sibermas (Sinergi Pemberdayaan Masyarakat), 10(3). https://doi.org/10.37905/sibermas.v10i3.11412
Mulyana, Y., & Lengkana, A. S. (2019). Permainan Tradisional. Salam Insan Mulia.
Nisak, K., Anisah, N., & Muharman, N. (2022). Identitas budaya dalam komunikasi antarbudaya mahasiswa Sumatera Barat di Universitas Syiah Kuala. Skripsi. Universitas Syiah Kuala.
Pujianti, Y., Nadar, W., & Wijaya, P. K. (2023). Melestarikan permainan tradisional sebagai kearifan lokal dalam menstimulasi perkembangan anak usia dini di SPS Tunas Mulia Bantar Gebang. Jurnal Abdimas Prakasa Dakara, 3(2), 134–142. https://doi.org/10.37640/japd.v3i2.1850
Setiawan, A. (2024). Integrasi kearifan lokal dalam pendidikan dasar untuk penguatan karakter. Jurnal Pendidikan Budaya Nusantara, 9(1), 50–61.
Syarofi, M., Nurul, S., & Hidayah, A. (2024). Pencegahan ketergantungan game online pada anak usia dini. Journal of Smart Community Service, 2(1), 12–26.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Lunaya Elfa Sobri Qolbina Imran, Luthfi Acintya Kurniadewi, Sola Gracia Christovani Sabrina, Intan Nur A'ini, Galang Fauzan Baihaqi, Nur Asiyah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



