PEMBERDAYAAN KADER IMP MELALUI PENYULUHAN ALAT KONTRASEPSI UNTUK MENINGKATKAN KAPASITAS EDUKASI PASANGAN USIA SUBUR
Keywords:
Kader IMP, Keluarga Berencana, Alat Kontrasepsi, PenyuluhanAbstract
Rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai keluarga berencana dan penggunaan alat kontrasepsi masih menjadi salah satu tantangan dalam mendukung keberhasilan Program Bangga Kencana. Kader Institusi Masyarakat Pedesaan (IMP) memiliki peran strategis sebagai ujung tombak dalam penyampaian komunikasi, informasi, dan edukasi kepada Pasangan Usia Subur (PUS), sehingga peningkatan kapasitas kader menjadi kebutuhan yang penting. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader IMP dalam memberikan penyuluhan dan edukasi mengenai alat kontrasepsi keluarga berencana kepada Pasangan Usia Subur di wilayah kerja UPT DPPKB Kecamatan Banggae Timur. Kegiatan dilaksanakan melalui penyuluhan, ceramah interaktif, diskusi, demonstrasi alat kontrasepsi, simulasi penyuluhan, dan evaluasi melalui observasi terhadap praktik peserta. Sebanyak 20 kader IMP mengikuti kegiatan ini. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa 17 peserta (85%) telah terampil dalam menyampaikan penyuluhan mengenai alat kontrasepsi keluarga berencana, sedangkan 3 peserta (15%) masih memerlukan pendampingan lanjutan. Selain meningkatkan keterampilan penyuluhan, kegiatan ini juga memperkuat kemampuan komunikasi dan kepercayaan diri kader dalam memberikan edukasi kepada masyarakat serta mendukung penguatan peran kader sebagai mitra UPT DPPKB dalam pelaksanaan Program Bangga Kencana. Dengan demikian, pemberdayaan kader melalui penyuluhan, demonstrasi, dan simulasi terbukti menjadi pendekatan yang efektif untuk memperkuat kapasitas kader dalam mendukung penyebarluasan informasi keluarga berencana di tingkat masyarakat.
References
Alomair, N., Alageel, S., Davies, N., & Bailey, J. V. (2022). Factors influencing the uptake of family planning services in low- and middle-income countries: A systematic review. BMC Public Health, 22(1), 1–15. https://doi.org/10.1186/s12889-022-xxxxx
Fakhriyah, F., Wasilah, S., Noor, M. S., Putri, A. O., Kasmawardah, I., & Abdurrahman, M. H. (2022). Pelatihan komunikasi informasi dan edukasi keluarga berencana pada kader posyandu untuk meningkatkan capaian metode kontrasepsi jangka panjang. SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan, 6(4), 1890–1897. https://doi.org/10.31764/jpmb.v6i4.11657
Frans, Y., & Djasri, H. (2023). Reducing unmet need for family planning in Indonesia: A policy analysis report. Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia, 12(4), 224–229.
Knowles, M. S., Holton, E. F., & Swanson, R. A. (2020). The adult learner: The definitive classic in adult education and human resource development (9th ed.). Routledge.
Mirawati, M., Rahmah, A., & Heryani, A. C. (2024). Hubungan komunikasi informasi edukasi dengan penggunaan metode kontrasepsi jangka panjang di Indonesia: Scoping review. Jurnal Promotif Preventif, 7(1), 160–168.
Notoatmodjo, S. (2021). Promosi kesehatan dan perilaku kesehatan (Edisi revisi). Rineka Cipta.
United Nations Population Fund. (2023). State of World Population 2023. UNFPA.
Widiantar, K. D., & Adiputri, N. W. (2023). The relationship of knowledge and family planning unmet need incidence in couple of reproductive age. Jurnal Kebidanan, 12(2), 98–106.
World Health Organization. (2024). Community engagement for health promotion. Geneva, Switzerland: WHO.
World Health Organization. (2025). Family planning and contraception methods. Geneva, Switzerland: WHO.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Rimba Saidy Djaja, Zamli Zamli

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



