MALADMINISTRASI DALAM PENYALURAN BANTUAN SOSIAL: KAJIAN TRANSPARANSI DATA PENERIMA BANTUAN SOSIAL DI KABUPATEN GORONTALO
Keywords:
Maladministrasi, Bantuan Sosial, Transparansi Data PenerimaAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk-bentuk maladministrasi dalam penyaluran bantuan sosial serta mengkaji tingkat transparansi data penerima bantuan sosial di Kabupaten Gorontalo. Permasalahan maladministrasi dalam pengelolaan bantuan sosial menjadi isu krusial karena berdampak pada ketidaktepatan sasaran bantuan, rendahnya akuntabilitas pemerintah daerah, serta menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan publik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif-analitis. Data diperoleh melalui studi literatur dan dokumentasi yang meliputi regulasi, laporan resmi, jurnal ilmiah, serta dokumen terkait pengelolaan bantuan sosial. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana yang mencakup tahapan kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga bentuk utama maladministrasi dalam penyaluran bantuan sosial di Kabupaten Gorontalo, yaitu ketidakakuratan data penerima bantuan, penyimpangan dalam prosedur verifikasi dan validasi, serta lemahnya mekanisme pengaduan masyarakat. Selain itu, tingkat transparansi data penerima bantuan sosial masih tergolong rendah, yang ditandai oleh terbatasnya keterbukaan informasi, sulitnya akses data bagi masyarakat, rendahnya partisipasi publik dalam proses verifikasi, serta belum optimalnya pemanfaatan teknologi informasi dalam pengelolaan data bantuan sosial. Temuan ini mengindikasikan bahwa rendahnya transparansi berkontribusi terhadap terjadinya maladministrasi dalam penyaluran bantuan sosial. Oleh karena itu, diperlukan upaya perbaikan melalui pengembangan sistem pengelolaan bantuan sosial berbasis digital yang terintegrasi, penguatan mekanisme partisipasi masyarakat, serta peningkatan kapasitas aparatur pemerintah daerah guna mewujudkan tata kelola bantuan sosial yang lebih transparan, akuntabel, dan tepat sasaran.
References
Badan Pusat Statistik Kabupaten Gorontalo. (2023). Kabupaten Gorontalo dalam angka 2023. Badan Pusat Statistik Kabupaten Gorontalo.
Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). SAGE Publications.
Kristiansen, S., & Ramli, M. (2006). Buying an income: The market for civil service positions in Indonesia. Contemporary Southeast Asia, 28(2), 207–233. https://doi.org/10.1355/cs28-2b
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.
Nugroho, R., Pratiwi, N., & Hidayat, A. (2022). Partisipasi masyarakat dalam verifikasi data penerima bantuan sosial: Studi kasus di Jawa Tengah. Jurnal Administrasi Publik Indonesia, 4(1), 45–62. https://doi.org/10.21787/japi.4.2022.45-62
Ombudsman Republik Indonesia. (2022). Laporan tahunan Ombudsman RI 2022: Pengawasan pelayanan publik di sektor perlindungan sosial. Ombudsman RI.
Prasetyo, B., & Kurniawan, D. (2021). Exclusion error dalam penyaluran Program Keluarga Harapan: Analisis basis data terpadu. Jurnal Kebijakan Sosial, 9(2), 115–130. https://doi.org/10.33007/jks.v9i2.115
Ramadhan, F. A. (2023). Transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana bantuan sosial di era digitalisasi pemerintahan. Jurnal Ilmu Administrasi Negara, 19(1), 78–95. https://doi.org/10.31113/jian.v19i1.789
Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. (2008). Lembaran Negara Republik Indonesia.
Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial. (2009). Lembaran Negara Republik Indonesia.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Raihan A. Hanasi, Moh. Rifky Abdullah, Riskawati Ma’ruf, Fitra Kadir, Andini Gagaube, Salsa Nabila Baks

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



